Monday, March 28, 2011

Beloved Family


Setiap Hati Punya Rahasia

Pernah bermain ayunan?
Sejauh apapun kamu mengayunkan ayunanmu,
Kamu akan kembali ke titik semula,
Kembali ketitik dimana kamu memulai ayunan mu,
Ketika kamu berada dititik tertinggi,
Kamu akan melihat tempat terjauh
Namun, pada saat itu juga kamu akan melupakan…

Melupakan seseorang yang tlah mendorong menuju titik tersebut,

Untuk mengenang Orang Tua,

Saya tidak termasuk seorang anak perempuan yang menuruti setiap perkataan orang tua, kadang saya juga suka membantah, melawan, terutama waktu saya masih SMA, saya merasa apa yang saya lakukanlah yang paling benar, yang dipikirkan orang tua saya, adalah sesuatu yang kuno dan kolot.

Seperti misalnya, saya tidak diberi kebebasan bergaul, tidak diberi kebebasan untuk berpacaran,…
Namun, ketika saya pikir kembali, semua yang mereka larang… ada baiknya untuk saya yang sekarang. Saya yang sekarang bisa menulis semua ini karena saya merasa ada benarnya kata orang tua saya, melarang saya bergaul dengan anak anak berandalan yang hanya ribut dikelas, melarang saya berpacaran yang bermaksud melindungi saya dari patah hati,
Betapa sayangnya mereka pada saya, mereka takut saya sedih, mereka takut saya terluka, sehingga, mereka rela saya membenci mereka dengan harapan saya dapat memaklumi mereka kelak, nanti… ketika saya beranjak dewasa seperti sekarang ini,
Puji Tuhan, sesuai dengan harapan mereka, saya mengerti segala larangan yang mereka cap kedalam diri saya, saya tidak menyesal tidak salah jalan dalam masa masa peralihan saya. Tidak banyak penyesalan dalam diri saya, mereka begitu penting, begitu anggun, begitu sempurna, semua ini atas berkat Tuhan, memberikan saya keluarga yang mencintai saya, walaupun saya tau… mereka hanyalah manusia yang tidak selalu sempurna, namun… mereka telah berusaha, setidaknya saya pernah merasakan hangatnya sebuah keluarga yang lengkap : )

Mama saya yang saya rasa super duper bawel dalam mengatur segala hal, membereskan kamar, kebersihan, makan, diet, jerawat, dan banyak lagi… ugh.. cenderung hal hal kecil yang dia atur, suka mencari cari kesalahan dan ugh.. banyak lagi…
Tapi, sebenarnya… mama takut putri kecilnya dibilang jorok sama orang lain, takut saya di hina, takut saya gendut dan tidak mendapatkan cinta yang seharusnya saya dapatkan pada umur saya, tidak mendapatkan penghargaan dari teman, takut ini itu, karena mama, peduli. Bukankah lebih menyakitkan bila mereka tidak ingin tau apa apa tentang dirimu? Jauh jauh jauh lebih menyakitkan!

Papa, yang cuek, kolot, dan gaptek. Huh, tidak boleh pacaran, tidak boleh bergaul dengan cowok, tidak boleh beli ini itu, dan selalu menanyakan jika ada yang mengantarkan saya pulang, sungguh menyebalkan! Suka sok tau, padahal ga ngerti!
Tapi, papa begitu bijaksana, dia takut putri kesayangannya disakiti oleh cinta cinta muda, dia takut putrinya menjadi perempuan yang manja yang tidak bisa apa apa, dia takut putrinya salah bergaul, dia takut putri kesayangannya di rebut oleh pacarnya… mungkin dia dilemma, ingin memberikan kebebasan namun, takut akan kehilangan putrinya, akan kehilangan sesosok gadis kecil manis yang dia timang timang,…

Disini… saya mengakui… saya memang pernah punya pikiran seperti yang saya sebutkan diatas, saya pernah merasa benci pada mereka, saya pernah sebel sama mereka, pernah ngambek, pernah ingin lenyap dari muka bumi ini demi tidak ingin bertemu dengan mereka. Namun, betapa tidak tau dirinya saya ini, memang… bukan saya yang memilih untuk lahir di keluarga ini… namun, saya tidak sadar… tanpa mereka, saya tidak bisa berbuat apa apa, mereka bisa saja membunuhku pada saat saya dilahirkan, namun.. mereka tidak berlaku demikian.. karena, cinta mereka padaku. Mama yang mengandungku selama 9 bulan sekian hari, apa ga berat? Apalagi, rewelnya bayi kecil! Bayangin aja deh sendiri… papa yang berkeringat dingin ketika bayi kecilnya sakit, berburu uang kesana sini hanya untuk apa? UANG SUSU!
Mengapa dia harus bersusah payah, kalo misal dia ga sayang?

Saya sungguh mencintai mereka,… saya tau,… sulit mengakuinya, tapi… cobalah, sebuah sms mungkin baik, sebuah telepon mungkin akan lebih baik.. apalagi secara face to face… katakan pada mereka, bahwa kamu mencintai mereka, berterima kasih… atas semua susah payah mereka…



I love you Mom, Dad,




Dan orang yang mendorong kamu kettitk tertinggi tersebut adalah orang tuamu,

0 testimonials: