Setiap Hati Punya Rahasia
MENYERAMKAN- Otak manusia sangat menyeramkan, saat ini, saya
yang saat ini bukan seorang gadis cerah yang penuh semangat dapat mengcomplaint
orang lain maupun memberikan masukkan positive dan semangat. Saya dipenuhi
dengan kecemasan dan saya sedikit frustrasi mungkin mendekati angka gila. Saya
mempunyai niat untuk mengakhir hidup saya sendiri. Saya sangat drop dan saya
bertanya, mengapa hal seperti ini terjadi pada saya.
Sabtu kemarin, saya mengalami kecelakaan, saya menabrak
orang tepatnya anak Singapore yang masih berumur 17 tahun, saya bertanggung
jawab atas segala galanya, termasuk biaya pengobatannya, awalnya mereka ingin
menyelesaikannyahanya dengan saya, namun tidak mengerti mengapa, akhirnya tidak
jadi dan hal ini diakhiri dengan membuat surat tanda perdamaian di kantor
polisi, somehow, setelah surat perdamaian dibuat, polis mengancam saya dengan
hukuman 5 tahun penjara atau denda sekian puluh juta dengan kata kata yang
kurang etis, bahkan jika dapat saya jabarkan dapat bersifat tidak senonoh. Itu
yang saya alami malam minggu saya, keterlaluan bukan? Tentu saja hal ini tidak
berakhir begitu saja, saya masih harus memperbaiki mobil saya, dan total
pengeluaran saya untuk biaya rumah sakit, biaya rokok polisi dan perbaiki mobil
mencapai hampir 5 juta rupiah.
Kemudian, sang Ibu dari anak yang saya tabrak akhirnya
mengambil next step, saya diwajibkan untuk membayar biaya cek anaknya, dimana
untuk giginya, dan untuk dadanya yang masih terasa sakit sampai sekarang ini.
Dimana biaya diperkirakan sebesar 6 ribu dolar, bayangin dari mana saya akan
mendapatkan uang tersebut? Dari orang tua? Tidak, saya tidak ingin membuat
mereka cemas, saya piker saya masih punya akal sehat untuk itu dan saya tidak
ingin membebani mereka.
Namun, hal ini kejadian yang kurang menyenangkan kembali
terjadi, dimana ketika adik saya menggunakan mobil saya, dimalah menabrak tiang
listrik dan seperti yang dapat anda duga, mobil saya hancur, dan biaya untuk
memperbaikinya melebihi 10 juta, dan tebak apa kata orang tua saya? Tepatnya papa
saya? Hahaha.. saya harap saya hanya cukup mengingat hal ini di hati, dan
menjadikan semua nya sebagai pelajaran,.
You see, kejadian bertubi tubi dating kepada ku dengan tidak
masuk akalnya, saya ingin mengakhiri hidup saya sekarang juga, setidaknya saya
dapat tidur selama lamanya, dan tidak usah memikirkan apa yang akan terjadi
nantinya, biar saja… walaupun terkesan tidak bertanggung jawab, namun saya pikir
saya akan lebih berbahagia jika endingnya seperti itu.
Saya tidak mengerti, mengapa orang tua saya harus berpisah
dan hidup masing masing mempunyai keluarga masing masing, sedangkan saya harus
di sini, jika ada masalah hanya dapat merenenung dan menyelesaikannya sendiri,
saya masih 21 tahun, saya masih muda dan saya ingin menikmati hidup saya
sepenuhnya, saya tidak ingin masa gadis saya diwarnai dengan hal hal yang
seperti itu, kelam dan menyedihkan.
Saya punya sahabat, mereka kurang sensitive dengan keadaan
saya bahkan tidak pernah menanyakan keadaan saya, saya cukup kecewa untuk itu,
bahkan ada salah satu dari mereka yang saya jemput di tengah malam karena
ditinggalkan oleh pacarnya, namun ketika saya bermasalah? Mereka tidak berbuat
apa apa dan berpangku tangan… hmm ya, bisa dikatakan saya menghrapakn balasan
perlakukan yang sama dari mereka, care and love.
Bagaimana ini? Ada yang dapat memberikan saya solusi yang
lebih tepat?
0 testimonials:
Post a Comment