I am sorry for the late posting, well.. there is something up with my lappy a few months ago, well, i know it is almost a year! anyway, I am continuing it now, with a new start and a new me!
Setiap Hati Punya Rahasia
Hmmm… Andrei Aksana Versus Agnes Jessica??
Siapa sih yang tidak kenal dengan novelis terkenal Andrei
Aksana dengan gaya penulisan yang romnatis yang mampu mengdeskripsikan
“bercinta” dengan begitu indah, penuh gairah dan hasrat? Contoh karyanya yaitu
lelaki terindah, sebuah hubungan yang terlarang di mata masyarakat mengubah
hidup kedua pria tersebut, sekalipun mereka saling mencintai, sekalipun mereka
adalah kekasih yang mempunyai cinta sejati, mereka tetap harus terpisah,
dikarenakan oleh sadisnya dunia ini, belum lagi novel beliau yang berjudul
abadilah cinta, cinta Ardini yang begitu dalam yang mungkin sulit untuk
melupakan cinta pertama yang membuahkan hasil cinta, dan seeorang sahabat dari
suami nya yang menjaganya sampai akhir asa, sebuah hubungan yang berada di
ujung tanduk…
Tidak lupa tentunya novelis kita, Agnes Jessica, seorang
guru di Penaburan, seorang perempuan sejati yang sudah bekeluarga dan mempunyai
keluarga. Dia yang telah merintis novel penuh pelangi, membisikkan bahwa masih
ada orang yang selalu berusaha menjadi orang baik. Ketika saya membaca novelnya
saya selalu terbuai didalamnya, seakan akan dunia itu, benar benar ada orang
seperti itu. Walaupun faktanya saya belum bertemu dengan gadis seperti Galuh,
seorang gadis desa yang di hina sana sini, tetapi berkeinginan untuk membangun
rumah sakit, adapun yang disebut sebut dalam novelnya piano didalam kotak kaca,
seorang gadis yang kuat dan pembangkang, sifatnya keras bak batu yang telah
jatuh cinta pada seorang pria yang 20 tahun lebih matang diatas nya.
Selanjutnya, perlu saya sebutkan bahwa ini sepenuhnya
merupakan penilaian saya, yang mungkin masih sangat sangat bergengsi rendah,
sebab saya hanyalah satu orang pembaca dari sekian banyak pembaca. Jujur saja,
saya belum pernah membaca semua novel mereka. Secara, memang susah di beli di
kepulauan riau, dan memang saya juga kekurangan modal untuk membeli semua novel
mereka yang satu nya bisa mencapai 60k.
Mengenai novelis Andrei Aksana, saya sangat menyukai cara
penulisannya yang exksentrik dan romantis, dia sangat berani untuk memberikan
pernyataan cinta dengan lukisan indah, dia sanggup membuatku terlena dalam
cinta, seperti hal nya akulah yang sedang jatuh cinta , dia selalu saja mempunyai ide ide yang
diluar dugaan, seperti novel abadilah cinta, janda janda cosmopolitan dan
lelaki terindah. Ketiga novel diatas berada di jalur yang berbeda beda,
abadilah cinta cenderung dalam dunia pelajar, janda cosmopolitan cenderung
dalam dunia KeJakartaan, dan Lelaki terindah, cenderung ke duani gemerlap yang
ternyata juga mengandung unsur unsure yang mengharukan hati, sekalipun
melanggar moral.
Sebagai seorang gadis, saya sangat menyukai gaya bahasanya yang sedikit berliku namun
pasti ketika ia harus pasti, kadang juga terombang ambing ketika tokoh sedang
bimbang. Layaknya perahu diatas laut, yang akan berlabuh, begitulah kata ku
untuk gaya
bahasa Andrei Aksana.
Untuk Agnes Jessica, karyanya membuatku merasa masih ada
orang baik di dalam dunia ini, masih saja ada manusia kesusahan yang tidak
meminta minta ditengah jalan, yang mau berusaha untuk memiliki hidup yang lebih
baik, mereka berkeinginan untuk menjalankan hidup dan membantu orang, kedua
cerita tersebut saya dapatkan dari novel pelangi
dan novel sepatu dalam kotak kaca, latar belakang sama, yaitu gadis dari latar
belakang susah dan penuh penderitaan, dan endingnya selalu indah.
Sedikit kurang berkesan dihati, dan saya merasa seperti nya
Agnes Jessica sering mengalami stuck out dalam membuat cerita, atau dunia
beliau terlalu indah, sehingga semua ending yang beliau buat selalu indah?
Begitu juga dengan tokoh pria nya, selalu saja di buat
umurnya berbeda jauh dengan tokoh wanita? Jujur saja saya merasa sedikit kecewa
dengan hal tersebut. Apakah didalam dunia nyata Agnes mengalami hal yang sama?
Ugh…
Sebelumnya saya mohon maaf, apabila ada fans Agnes Jessica,
sekali lagi perlu saya tekankan ini hanyalah penilaian sebelah mata saya.
Saya memang belum membaca semua novel mereka, namun saya
akan berhemat dan membelinya, berhubungan dengan Batam tidak memiliki
perpustakaan yang memadai.
Dan sekali lagi saya mohon maaf, apabila menyinggung
perasaan, saya bukan membela Andrei aksana, walaupun karya beliau masih banyak
kekurangan seperti pada halaman tertentu di buku Janda janda Cosmopolitan,
tampaknya beliau salah mencetak nama yang memberikan sedikit kejanggalan. : (
Hal tersebut adalah kesalahan yang cukup
fatal, saya heran apakah editor beliau benar benar membaca novel nya? Atau
hanya sekilas memeriksa kata kata?
Berbeda dengan Agnes Jessica, walaupun terdapat kata yang
salah, namun kesalahan fatal seperti yang diatas masih belum saya temukan
sampai dengan saat ini.
Salam buat mereka berdua, novelis yang sangat sangat saya
kagumi.
0 testimonials:
Post a Comment